Era ‘Kegelapan’ Negeriku

Mudik yang seharusnya bisa dinikmati dengan senang hati, kini terasa hambar. Pasalnya listrik di rumah seperti lampu disco, sebentar hidup sebentar mati. Aduh PLN… Tau nggak udah berapa juta manusia negeri ini mengumpat baik dalam hati maupun luar hati tentang ketidakbecusanmu menerangi rumah kami. “Soalnya kami udah bayar gitu lho, gak pernah telat lagi.”

Listrik kini jadi persoalan besar bangsa ini. Negara terpaksa harus melakukan pemadaman bergilir karena pasokan listrik semakin terbatas. Imbasnya banyak pengusaha dan perusahaannya megap-megap karena produksinya terhenti akibat pemadaman. Bahkan beberapa perusahaan asing siap-siap angkat kaki jika krisis listrik di negeriku yang kucintai ini tidak juga teratasi.

Nonton TV tadi pagi malah dapat kabar baru. Katanya pemerintah akan mengeluarkan kebijakan yaitu mewajibkan perusahaan mempekerjakan karyawannya bekerja di hari libur atau hari dimana pemakaian listrik tidak terlalu banyak seperti sabtu dan minggu. Ada-ada saja, apa gak dibayangkan bagaimana kacaunya perusahaan dan karyawan. Cabe deh.

Di tanah tumpah darahku alias kampung tempat aku dilahirkan, sehari bisa 3 kali padam, kadang durasinya 10 menit, kadang bisa sampai setengah hari. Susahnya kalau padamnya malam hari, udah sunyi, gak ada listrik, banyak nyamuk, takut lagi… Akhirnya lampu teplok dan lampu semprong menjadi idola di rumah, walau karenanya dinding rumah jadi kehitam-hitaman gitu. Tapi terpaksa juga dipakai dari pada gelap.

Kini gelap menjadi hal lumrah di rumah, aku khawatir hal lumrah ini menjalar ke setiap rumah, tidak hanya di kampungku, tapi sampai se kecamatan, se kabupaten, se provinsi dan akhirnya se indonesia. Lalu semua kita terbiasa dengan kegelapan, kita tidak membutuhkan lagi penerang, kita gak perlu repot-repot cari jalan keluar karena udah senang tinggal di kegelapan. Dark is similar with blind, and blind is love…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: