Catatan tak Beraturan

Pernah bekerja di LSM yang diisi dengan anak-anak muda? Yang jiwanya seperti butiran mesiu yang siap untuk diledakkan. Idenya seperti busur-busur panah yang telah menemukan target sasaran. Dipenuhi emosi naik turun tak beraturan. Itulah segenap karakteristik yang kutemukan di lembaga tempatku bekerja. Sama halnya denganku yang juga orang muda.

 

Hampir 2 bulan ini hari-hari yang dilalui telah menciptakan pengalaman-pengalaman hidup yang lurus, kusut, beruntai-untai. Kadang ceria, kadang merengut. Kadang tertawa, kadang menyepak dinding kekesalan. Kadang serius kadang tak peduli. Aneh… tapi seperti itu kenyataannya. Jika kau tak percaya. Datanglah kemari. Ke KKSP Meulaboh. Ada jiwa-jiwa merah di sini.

 

Puiff…

Menumpahkan kesuntukan pada garis-garis pantai dan hantaman ombak hampir jadi kebiasaan. Maklum. Di Kota Meulaboh yang sempit ini kau hanya dikelilingi air laut. Jadilah laut yang meluruhkan penat dan kesal. Jika tak sekedar duduk, maka celupkan tubuhmu di kubangan raksasa itu sambil nikmati sunsetnya… Subhanallah.

 

Meulaboh, tak pernah terpikir untuk singgah di sini dan menemukan cinta lalu kehilangannya. Terperangkap dalam labirin perasaan hingga sulit bernafas, tak terkendali, abnormal, sedikit saja tersentuh bisa patah. Aku takut sendiri dengan perasaanku. Puluhan pesan akhirat yang kubaca dari yang tersirat dan tersurat, terhapus begitu saja begitu tersengat aroma dan kekaguman pada dia (takkan kusebut siapa). Itulah rahasia yang kujaga untukku sendiri. Entah buat dia.

 

Pagi yang indah, siang yang membosankan, sore yang menggetarkan, malam yang menggairahkan. Kau tau apa maksudnya? Tak kan kupaksakan untuk mengerti apa yang tereja dari sini. Boleh jadi kau berbeda denganku dalam segala hal walau kau juga muda. Sudah merah atau masih abu-abu.

 

Coba warnai hidupmu dengan warna yang kau ingini. Aku juga, hanya butuh kuas yang baru, bereksperimen dengan campuran warna, lalu melukiskan rencana hidupmu yang takkan pernah berujung.

 

Salut buat teman seperjuangan yang mulai menemukan arah hidup, jati diri dan cita-cita. Melecut diri untuk terus menatap ke depan dari rangkaian pengalaman yang dilewati di sini. Aku juga berharap hal sama. Berjalan berkelindan tahu arah tujuan, tidak seperti buih yang diayun ombak kesana kemari.

 

Bah..! sudah siang. Matahari sudah menegurku. Kucukupkan pagi ini dengan untaian syukur kehadirat Illahi yang masih menaburiku dengan rezeki dan kesempatan menikmati semuanya. Akan kulanjutkan agenda kerjaku yang menjadi rutinitas. Kunikmati agar ku tak bosan. Jika ku bosan, aku bisa berlari ke pantai, atau memutar lagu kesukaanku sambil ngelanjor.

 

                                     

                                                          Meulaboh, hari jumat/16-05-08

                                                                   07:28 WIB

By: Jaya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: