Belajar pada Embun

lihat embun pagi itu
seperti tetesan air mata bidadari
yang sedih hatinya

kugerakkan mata ini
merangkai mimpi yang terputus
mengeja…
berapa babak permainan hati
sudah berlalu

kuukir senyumku
tak seindah dulu
karena luka menutup manisnya
cerminku berubah air keruh

lihat embun itu lagi
ia jernih walau telah melewati gelap
ia suci menghapus debu di dedaunan
ia terburai di lapisan tanah yang lembut
hidupkan berhelai rumput

embun pagi itu
menetesi anganku
cukup melupakan kesedihan
hancurkan cinta yang selama ini membelenggu
pada yang bukan untukku

6 Tanggapan

  1. Oke…kawan , makin teduh jiwa ini setelah baca puisimu ni. Seolah kita tinggal disurga yang damai. Padahal kita tinggal di dunia yang gila.
    Pastilah puisi yang bisa bikin gerak dan terus maju akan diproduksi oleh Pak Marpaung pada waktu mendatang.

    Salam untuk Tuty dan warga KKSP Meulaboh

  2. Begitulah bang, walau dunia gila, jangan pula kita ikut2an gila,, bikin susah pemerintah nanti bang

  3. Jangan kau dramatisir dan eksploitasi embun pagi yang tidak berdosa dan kau ikutkan dalam permasalahan di dunia ini

  4. great.. puisi abang jauh lebih bagus ternyata. dan sepertinya ida harus banyak belajar lagi, kalau boleh.. mmm.. ida belajar ama abang aja dh ^_^

  5. Taufik: daripada mengeksploitasi seksual kan mendingan..
    Walida: eleh..Eleh… Kapan neh buat blognya

  6. aku salut ama koe joy, ternyata lo berbakat juga jadi penyair dan Novelis asah terus bakat lo Bro (emang pisau pake diasah), tinggal lo terusin aja bakat lo tapi jangan sampe masuk jurang, oke.
    aku dapat meihat kesuksesan di masa depanmu kawan (eit ni bukan ramalan tapi prediksi dari BMG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: