Rindu Cinta Lama

aku merindukan cinta lama cinta yang mengedepankan logika menundukkan pandangan mata membiarkan nurani bicara aku merindukan cinta lama cinta yang tersembunyi membahagiakan hati saat sendiri aku merindukan cinta lama cinta yang cuek tak mudah terkorek tak butuh merengek-rengek aku merindukan cinta lama cinta yang diam menjadi zikir hidup dalam malam-malam terakhir tak malu saat diri [...]

Berkurang Lagi

Telah kering embun dari pucuk pohon dan rimbunan bambu menyisakan selaksa terang dari ujung langit bertambah tinggi dan menguning lalu dahannya kering, hilang disapa angin Debu terbang silih berganti menyelimuti dinding hati bertayamum sejenak mengasah intuisi meresapi banyak waktu yang terlewati Telah pudar jiwa-jiwa kekanakan dikenakan pakaian kedewasaan baik buruk susah senang tak berbilang merangkai [...]

Itulah yang Ada di Desa

Kami hanya ingin bermain karena kami jenuh di depan komputer kami ingin basket tapi tidak untuk ber slam dunk kami cuma bermain dengan bola kaki dan ember pecah walau tak seperti basket NBA kami tetap gembira dengan apa yang ada karena kami anak desa

Israel Binatang Jalang

Aku benci Zionis Israel, sangat benci Tersenyum mereka mengirimkan bom-bom dari pesawatnya, tank dan moncong senjata Lalu menempel ribuan peluru, mesiu dan gas beracun ke rumah-rumah warga palestina, ke kujur tubuh orang tua, muda dan anak-anak menjadi lautan darah Born to kill, tertulis di helm tentara zionis Biadab Tertawalah Israel, tertawalah hingga kau tahu bahwa [...]

Terantuk

Langkah-langkah kau jejakkan Dalam lembut malam dan penat siang Memburu hari Untuk kau ukir dengan asyikmu sendiri Harapmu menghujam dalam Hingga terang awan cita Lalu… Lekas pergi tanpa peduli Pada jiwa yang terpagut pesonamu Kupu-kupu pagi itu Melambaikan sayap hitamnya Seperti dirimu tumbuh bersayap Terbang tinggi…tinggi… dan semakin tinggi Rindulah kau Hauslah kau Luruhlah kau [...]

Belajar pada Embun

lihat embun pagi itu seperti tetesan air mata bidadari yang sedih hatinya kugerakkan mata ini merangkai mimpi yang terputus mengeja… berapa babak permainan hati sudah berlalu kuukir senyumku tak seindah dulu karena luka menutup manisnya cerminku berubah air keruh lihat embun itu lagi ia jernih walau telah melewati gelap ia suci menghapus debu di dedaunan [...]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.