Kota Meulaboh sedikit demi sedikit mulai berbenah. Milyaran uang dihabiskan guna membangun drainase-drainase di sepanjang jalan protokol dan jalan-jalan yang menyimpan bangunan-bangunan strategis.
Barangkali ini semua untuk mengantisipasi banjir. Apalagi hujan terus mengguyur sepanjang Oktober dan Nopember. Namun di beberapa titik yang telah baik drainasenya masih terdapat genangan air setinggi satu hingga dua centimeter di badan jalan. Kok bisa? Drainase sudah diperbaiki namun air masih juga tergenang…
Beberapa jalan juga sudah mulai ramai dengan rambu. Entah kapan dipasang, mungkin tiga atau empat hari yang lalu. Warna kuningnya yang mencolok dan gambar rambu berwarna hitam menerangkan pertigaan, jalan lurus, tidak boleh belok ke kanan, dan sebagainya.
Ada juga yang berwarna biru dan merah, menandakan bahwa di sampingnya berdiri sebuah puskesmas. Hmmm… lumayanlah, orang akan semakin mudah membaca rambu-rambu paling tidak bagi yang pertama kali melewati jalan itu.
Jalan Swadaya belum pulih saat aku melewatinya tengah malam sepulang nonton liga inggris di sebuah warung. Beberapa pekerja meratakan semen drainase sementara mesin molen ukuran sedang terus berputar dan meraung.
Mereka pekerja tak kenal lelah
Dengan tubuhnya yang tanpa baju berkilau ditimpa cahaya bulan
Keringat seperti permata
Mereka terus bekerja
Menghabiskan malamnya dengan keletihan
Menikmati esoknya dengan senyuman
Filed under: Jalan-jalan Ditandai: | Aceh Barat, malam, Meulaboh














(Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
Bangga dan bahagia mendengar optimisme dan kerja keras kek gini
hphm.. nice
belum pernah denger tuh kota ‘meulaboh’. tp dengan berbagi seperti ini, saya pun jadi tahu.. tanks
semoga Kota Meulaboh akan menjadi lebih baik
sepertinya Meulaboh adalah kota yang indah. Doakan saja saya dapet penempatan di KPPN Meulaboh. Hehehe
semoga lekas berbenah untuk lebih baik..go meulaboh
saya suka puisinya
)
Alhamdulillah.. kami ikut senang dan bahagia