Akhirnya cerita ini bisa kuselesaikan juga…
———————————————————-
Aku dan ketiga temanku menyusun formasi untuk mencari asal suara tokek. Suara bersumber dari dapur, namun dapur kan penuh benda purbakala. Ada rak piring, lemari tua, kompor berkarat, kuali gosong, dan entah apa lagi. Pokoknya dapur itu gak jauh beda dengan gudang barang rongsokan.
“To… kek, To…kek,” tokek terus berbunyi, kami pun mulai mendapatkan titik terang keberadaan tokek. Kenapa bisa? Karena kami menggunakan senter. Abis, dibalik lemari busuk itu gelap cuy…
Perlahan-lahan dengan hitungan satu… dua… tiga… kami menggeser lemari. Dan nampaklah tokek berukuran dua jari orang dewasa dengan panjang kira-kira 6 inchi sedang nempel di dinding. Besertanya belasan kecoa lari tunggang langgang tak tentu arah karena tempat persembunyian mereka porak poranda. Kecoa yang salah jalan akhirnya dimangsa tokek dengan sekali “HAPPP, nyam nyam nyam,” habislah riwayatnya.
Kami memutar otak bagaimana supaya tokek ini bisa ditangkap dengan sukses tanpa mencederainya sedikitpun, karena konon kabarnya, tokek yang cacat tidak berharga sama sekali. Uhh, dasar! Emang yang dicari kulitnya apa.
Kerompyaang… Ide pun muncul. Salah seorang temanku bernama Eko (nama sebenarnya) mengambil tudung saji alias sangi dan segera memerangkap tokek itu didalamnya. Aku mengambil ember besar untuk menampung tokek dari bawah. Dengan susah payah sampe keringat jagung, akhirnya tokek berhasil kami tangkap tanpa perlawanan dan tanpa bantuan polisi.
Kami senang bukan kepalang, bayangan duit 20 juta sudah menari-nari dipelupuk mata. Kami pun satu persatu membayangkan apa kira-kira benda yang akan dibeli kalau tokeknya laku.
Eko bilang, dia ingin beli kamera DLSR gitulah, yang bisa memfoto orang mandi dari jarak 50 meter. Kalo Khaidir (juga nama sebenarnya) pengen beli sepeda motor untuk memperlancar usahanya menjadi playboy, sedangkan aku… rahasia lah.
Tokek kami letakkan di tupperware berukuran besar, tutupnya kami lobangi sedikit untuk keluar masuk udara. Kami pun rajin memberinya makan, mulai dari lalat, nyamuk sampe kecoa, berharap tokek cepat gemuk dan berat ditimbang, pengen juga sih diimunisasi, tapi khawatir perawatnya malah kabur.
Berita penemuan tokek di kantor kami tersebar keseantero tetangga di sebelah kiri, kanan, depan, kecuali belakang, dibelakang yang ada cuma ladang orang. Dua hari berikutnya, tetangga sebelah kanan kami tiba-tiba nongol, mewawancarai Khaidir dan menawarkan diri untuk menimbang berat tokek. Katanya tokek baru berharga jika beratnya di atas 3 ons. Benarkah demikian, wallahu a’lam.
***
Keesokan harinya pasca tetangga itu datang aku tidak menemukan tupperware di tempat biasa. Aku celingak celinguk ke segenap ruangan kantor lalu ke dapur, tidak juga kutemukan. Kemana ya? Kucari Khaidir yang 24 jam berada di kantor untuk meminta pertanggungjawabannya.
“Dir! Mana tokeknya.” Tanyaku ganas.
“Diambil sama tetangga kita itu bang.” Jawabnya
“Lho, kok bisa?”
“Iya, dia bilang itu tokeknya.”
“Lho, kok bisa dia ngaku itu tokeknya?” Aku mulai emosi. Karena terbayang penangkapan tokek yang begitu susahnya, tiba-tiba tokek lenyap begitu saja.
“Iya, habis ditimbang sama dia, datang abangnya dan ngaku kalau itu tokek yang pernah mereka pelihara dulu. Dia yakin kali kalau itu tokeknya, dia sebutkan ciri-cirinya, inilah, itulah, aku ya jadi bingung. Terus…”
“Terus apa?”
“Katanya, mungkin tokek itu lari dari rumahnya dan pindah ke kantor kita.”
Wew… dugaan yang menyedihkan.
“Terus, kau bilang apa?”
“Ya aku bilang, kalo itu memang tokek abang, abang ambil ajalah.”
“Oalah dir… dir, baik hatinya dirimu,” aku cuma bisa garuk-garuk kepala. Menyesali kecerobohan Khaidir dan Keterlaluannya tetangga yang ngaku-ngaku punya tokek. Ada aja aja pun, ngaku pernah melihara tokek, punya ciri-cirinya, sungguh keterangan yang sangat tidak bisa kuterima. Jangan-jangan karena dilandasi harga tokek yang selangit itu tetangga ini jadi ngaku-ngaku kalau tokek itu miliknya.
Tapi ya sudahlah. Gak enak juga kalau gara-gara tokek jadi perang dunia ke III dengan tetangga. “Moga saja tokeknya gak betah lagi tinggal di rumah mereka dan pindah lagi ke kantor kami.” Doaku dalam hati.
————————— The End ————————–
Filed under: Make me Smile Ditandai: | abdi jaya, cerita lucu, tokek














(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
tokek…. tokek….
padahal saya paling sebel sama si tokek yang sering kali ngoceh setiap saya mau tidur
wakakkakka…
jangan2 tu tokek dijual lagi sama si abang tetangga tadi…
hahah……………mantab maz
salam hangat dari blue
KELIMAXXXX hehehe
sepupu saya pelihara tokek…besar bgt…katanya kalo dijual bisa dapat 20jeti mas ckckckc
Haahahahaha…tetangga yg mana tu Jay?yg banyak burung ya?hmmm…kasiaaaaaan…ga dapatlah temen2mu beli DSLR sama motor..
tokek, dari tokek bisa terjadi keributan hehehe ikhlaskan aja siapa tahu ada tokek yang lebih guede lagi
hahaha… tragis… tapi lucu… tokek ada yg apal ciri2nya juga…
tokekna guede banget berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya
tokett…………. jadi inget kampung,
waktu masih kecil pasti kalo ada toket bunyi selalu jawab Kaya Miskin kaya miskin .
hwhahahhaha
Citra # haha… jangan dibilang, ntar dosa
Omiyan # iya udah diikhlaskan bang, setelah beberapa bulan kemudian,
saus # ya begitulah, entah nyari2 alasan atau memang betul tokeknya juga gak tau
darahbiroe # yah, itu cuma gambar doank, dari internet
ofaragilboy # kok tokett, itu kan udah beda makna
haha…
nice story bro
Gara2 tokek juga, aku pernah jatuh dari pohon asam..pas nyari ranting buat ketapel..hehe
tapi masih untung gak separah temenku..telinganya ancur sedikit diembat ama tokek..
Waduh berapa bulan ni bru terbit smbungan nya
tokek ini bisa di buat/di jdikan juga sbagai obat alternatif.
Fakta yang pernah terjadi tokek sebagai obat seperti eksim..
Tokek…. oh tokekkk…. ada apa dengan mu? hehehe
SUkses & piss
tokek kini mulai langka
mungkin karena banyak di buru ya,,,,,,
blue datang bang
p cabar
semangatnya mana y
salam hangat dari blue
Malam2 belum bisa tidur, mending jalan2 ke tempat sahabat..
Met malam mas, moga mimpi indah bersama sang tokek..hehe
tokek kembar siam ada ndak ya,mungkn itu lebih mahal kalii yeee
katanya tokek bermanfaat utk obat aids
tokek harganya mahal banget yah…
hewan yang sangat sensitif…
Xhehee.. Ni sambungan sitokek emang ida tungguin ceritanya
ntar kalo nangkap lagi ajak2 awak.
hehehe… udah kapok nangkap tokek nih
mas” saya punya tokek dengan ciri” : kulit putih, polkadot merah, panjang 2 jengkal telapak tangan, berat gak pasti,, karna saat pertama saya timbang 4,6 trus berubah 4,9 sampe 5,0 ons..
saya jual nihh… hayoo …
cari yang minat aja..
Bekasi..
08988383180
@mas sam ada berapa tokkek nya??
saya berani bayar 300jt / 3kor nego ya..
sekarangv harga tokek mahal sekali yah,,,,karena bisa dipakek obat toch ap la obat aids..huh..
Klo ada tokek 4 ons lebih di daerah abang, bisa hubungi saya bang !! Di jamin saya ada pembeli. Siapa tahu dari binatang menggelikan itu derajat ekonomi kita ter-angkat.
uahhh,,,saia takut ama tukek,,,,,tapi katanya mahal ya tokek itu,,,
Mmg menakutkan dan mjijikkan, tp klo 4 ons = Rp.1 M apa msh tkt jg.
kalau 4 ons bisa seharga 1 M, rasa takut saya bakalan hilang ama tokek..tapi cari dimana tokek 4 ons.. salam kenal
mitos tentang harga tokek yang ratusan jeti memang gak abis2 yach,,,,,,,,, tapi kok bisa di percaya sich?? mang dah terbukti,,,, Thank infonya…………..
memang pernah saya dengar harga tokek sampai ratusan juta, karena dagingnya dipakai obat gtcuu,, tp saya kurang tahu ug ciehh,, hehehe,,, salam,,,
bos ane punya tokek 1 ekor
warna polkadot panjang sekitar 30cm tokeknya ada di pasar minggu jak sel hub 083896143264