Tahun baru 2010 kulewati dengan menonton film Sang Pemimpi di bioskop 21 Medan Plaza. Peminat film ini tampaknya tidak sebanyak peminat sekuel pertamanya, Laskar Pelangi. Anak-anak muda lebih banyak yang membeli tiket film Suster Keramas. Saat aku membeli tiket Sang Pemimpi, jumlah pembeli kira-kira baru 10 orang. Berbeda dengan Suster Keramas yang hanya menyisakan dua seat saja. Padahal dibuka pada jam yang sama. Lihatlah, betapa antusiasnya masyarakat kita menonton film yang menonjolkan unsur pornografi.
Sang Pemimpi kembali menghadirkan bintang-bintang baru untuk berperan sebagai ikal (Vikri Septiawan) , Arai (Rendi Ahmad) dan Jimbron remaja (Azwir Fitrianto). Ada kelucuan dan keluguan yang dihadirkan di film itu.
di sini saya tidak ingin meresensi film tersebut, karena sudah banyak tentu yang meresensi film tersebut baik majalah, televisi hingga blog-blog pribadi. Saya hanya ingin mengomentari dari sudut pandang saya sendiri sebagai penonton awam sebagai berikut.
Pertama, menonton film Sang Pemimpi seperti menonton film dokumenter karena tokoh utama, Ikal lebih banyak menceritakan kisahnya disini.
Kedua, cukup banyak adegan minus dialog, contohnya saja ketika Pak Guru Julian Balia yang diperankan Nugie dengan wajah bingung karena ketidakhadiran Ikal di sekolah, kemudian ia keluar dari sekolah, mengambil sepedanya, menuntunnya, lalu berjalan beriringan dengan Pak Mustar (Kepala Sekolah) lalu pergi duluan setelah keduanya saling berpandangan… Banyak juga adegan berlari, berkejar-kejaran bermenit-menit.
Ketiga, ada adegan yang sama, seperti adegan dimana Ikal menyaksikan ayahnya pulang dari mengambil raport Ikal dan Arai dengan mengendarai sepeda.
Keempat, soundtrack lagu yang ditampilkan sedikit sekali mengiringi cerita, hanya lagu melayu dan lagu Gigi “Sang Pemimpi” saja yang terdengar. Padahal banyak grup musik yang membuat soundtrack untuk film ini.
Kelima, Karakter Arai yang diperankan Ariel Peterpan sangat tidak bisa saya terima. Ariel tampak tidak pantas menjadi Arai yang cerdas dan penuh semangat mengejar mimpi-mimpinya. Adegan yang terjadi antar Arai dan Ikal dewasa juga tidak begitu kompak sebagai sahabat kental. Sepertinya Ariel hanya cocok menjadi bintang film video klip di lagunya saja. (sorry untuk fans ariel).
Dari beberapa ‘kelemahan’ yang saya sebutkan di atas, film ini tetaplah menawarkan nilai-nilai yang baik buat penonton. Bagaimana kita bisa menghargai perjuangan, tidak mudah menyerah menggapai cita-cita dan hubungan yang baik antara orangtua dan anak.
Selamat menonton, jangan beli film bajakan ya kecuali kalo udah gak punya duit.
Met taon baru 2010 yaaa…
Filed under: Artikel Ditandai: | abdi jaya, resensi film, sang pemimpi, suster keramas, tahun baru 2010














pedas pedas hehe
Saya belum nonton, nih!
Template blog saya sekarang sudah dirubah dan tidak pakai disqus lagi, jadi komengnya lebih mudah, apalagi ditambah dengan emoticon yang punya!
wah aku belum bisa mengomentari tulisan tulisan mu tentang film sang pemimpi ini. tapi aku mau bilang tentang perbandingan produk film indonesia dan produk film hongkong, Amerika dan India. karna tiga negara ini yang paling maju dalam dunia perfilman. ketika kau memandang dan beragumen tentang film sang pemimpi, terlebih dahulu kau harus menjauhkan perbandingan produk film ke 3 negra itu. karana indonesia itu tidak sebanding, jauh sekali perbandingannya. tetapi kalau melihanya secara positif kurasa fim-film indonesia sudah sangat baik dari negara asia lainnya. jika berkomentar tentang film kau sendiri sudah mengerti gak standar film yang bagus itu seperti apa? pandangan dan argumen kita juga harus sehat. mungkin sang pemimpi sendiri sudah mempunyai maksud dan tujuan tersendiri. tanya aja dulu ke produser dan sutradaranya tujuan film ini untuk apa. jadi argumennya ditarik dari tujuan film itu dibuat oleh sutradaranya dan produsernya. baru beragumentasi/beri pendapat. jangan gak jelas begitu. dari sudut mana kau mengomentarinya. (berpikir ambigu menurutku.)
wa… panjang juga komennya
bang jaya. lainkali jangan suka membanding-bandingkan. ntar bang biar marah-marah lagi.
wah si ab nonton sang pemimpi juga
nonton juga ahh
Waduh sayang ya belum ada di layar kaca,semetara biosko kaga ada di tempatku
film indonesia tu porsi yang di jualnya banyak d ceritanya, sangat kurang d teknologi nya.. kelebihannya.. orang buta pun bisa melihat film Indonesia, tp orang buta ga bisa lihat film si spiderman yang bisa loncat dari gedung ke gedung, atau jacky chan yang berkelahi di atas kereta api yang sedang melaju
memang perlu ditonton dulu dua dua nya..
baru kita bandingkan.. hee..heee..
rims Infonya.
wah aku sering baca2 blog yg ngomentarin pilem nih tapih belon nonton2 juga
ngemeng2 ini film udah keluar dvdnya belum ya?
jadi tambah penasaran pengen nonton filmnya…
saya belum nonton.. udah lama ndak nonton film Indonesia
hebat film sang pemimpi ini well done . . ini film terusan dari film laskar pelangi film yang bagus juga . . . dan sekarang ada film laskar pelangi the series di SCTV . .dan mungkin ada juga film sang pemimpi the series juga . .makin hebat dan bagus . hidup perfilman indonesia .